CoreTan ChiRagirl
Belajar Itu Indah
Rabu, 06 April 2011
Apakah yang terjadi (
Kamis, 17 Maret 2011
8 Kado Terindah dan Tak Ternilai

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,
dan tak perlu membeli!
Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai
bagi orang-orang yang Anda sayangi.
1. Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya
Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat , telepon, foto, faks,
e-m ai l atau chatting.
Namun dengan berada di sampingnya. Anda dan ia dapat berbagi perasaan,
perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian,
kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa
kebahagiaan.
2. Mendengarkan
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih
suka didengarkan, daripada mendengarkan.
Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat
ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.
Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala
ucapannya, secara taklangsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan
kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan b ai k, pastikan Anda dalam
keadaan betul-betul sant ai dan bisa menangkap utuh apa yang disamp ai kannya.
Tatap wajahnya. Tak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi.
Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda untuk memberi tanggapan yang
tepat setelah itu. Tidakharus berupa diskusi atau penilaian. Sekadar ucapan
terima kasih pun akan terdengar manis baginya.
3. Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipak ai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi
lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada
seseorang karena memberinya “ruang.”
Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati,mengatur ,
mengkritik bahkan mengomeli.
4. Kebebasan
Mencint ai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau
mengatur kehidupan orang bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencint ai seseorang jika kita selalu mengekangnya?
Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.
Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu,
memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung
jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. Keindahan
Siapa yang tak bahagia jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih
ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado. Bahkan
tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari!
Sel ai n keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja
makan yang tertata indah, misalnya.
6. Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kali kita memberikan penil ai an negatif terhadap pikiran,
sikap atau tindakan orang yang kita sayangi.
Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya
pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas
dan tulus.
Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima
kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula,
pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan
juga permintaan maaf), adalah kado cinta yang sering terlupakan.
7. Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi samp ai menjadi
cekcok yang hebat.
Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan
jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini,
berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah.”
Anda mungkin kesal atau marah karena ia terlambat datang memenuhi janji.
Tapi kalau baru sekali itu terjadi, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran
yang berlarut-larut?
Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita
menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini
8. Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair
hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana
muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.
Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling
kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang
Anda kasihi?
Surat dari Ukhti untuk Akhi •••♥•••
Akhi
di
tempat
Asalammu'alaikum Wr.Wb
Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaQ dan padamu untuk segera memperbaharui taubat.
Akhi rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus memperhatikan dan mengurusku. Yang selalu berduaan di 1/3 terakhir malam. Yang siap memberi apapun yang kupinta. Ia yang bertahta, berkuasa dan memiliki segalanya.
Maaf Akhi, tapi menurutQ kau bukan apa" dibanding Dia. kau sangat lemah, kecil dan kerdil dihadapan-Nya. Ia beruat apa saja sekehendak-Nya kepadamu. Dan Akhi, Aq khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuat-Nya Cemburu.Aku takut hubungan Qt selama ini membuat-Nya murka. Padahal Ia Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras Siksa-Nya.
Akhi.., Belum t'lambat Untuk bertaubat. Apa yang telah Qt lakukan selama ini pasti akan ditanyakan oleh-Nya. Ia bisa marah Akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah Qt lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit Qt yang belum halal itu, marah karna suatu ketika dengan t'paksa Aq harus membonceng motormu, marah karna pernah Ketetapan-Nya Q adukan padamu atau tentang lamunanQ yg selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa marah, tapi sekali lagi semua belum t'lambat. Kalo Qt memutuskan hubungan ini sekarang, smga Ia mau memaafkan & Mengampuni. Akhi .., Ia Maha Pengampun, Maha Pember Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Akhi jangan marah ya.. Aq sudah memutuskan untuk menyerahkan Cinta Pada-Nya, tidak pada selain-Nya. Tapi tak cuma Aku, akhi .. Kau pun harus bisa menjadi Kekasih-Nya. Kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, Qt harus jauhi semua larangan"-Nya termasuk dalam soal hubungan Qt ini. InsyaAllah, Dia punya Rencana Yang Indah untuk masa depan Qt masing". Kalau engkau selalu b'usaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenci-Nya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang Wanita Sholehah.
Ya, Wanita Sholehah yg pasti jauh lebih baik dariQ saat ini. ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dlm kerangka mencari ridha Allah dlm ikatan pernikahan yang suci. Inilah do'aQ untuk mu, semoa kau pun mendo'akan Q Akhi.
Akhi Aq akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi Aq akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara dijalan Allah akhi, itulah ikatan terbaik . Tak hanya antara Qt berDua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan Qt dengan Rasulullah di Telaganya, lalu Beliau pun memberi minum Qt dengan air yg lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu dan lebih sejuk dari krim beku.
Maaf Akhi, tak baik rasanya Aq berlama" menulis surat ini. Aq takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirQ disurat ini adalah Do'a keselamatan dunia akhirat sekaligus Tanda Akhir dari hubungan haram Qt. InsyaAllah
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
UKHTI
• • • Sebuah Penantian Demi Sebuah Kesetiaan ♥♥
~~~~~~~~~~~
Tetesan Hujan jatuh ditanah,
Pohon Bereozka bertasbih pada-Nya,
Kicauan burung menyapa cinta-Nya,
Langit kembali cerah saat hari itu tiba,
Lengkungan janur kuning cerah menyapa,
tapi air mata ini tak bisa menahan
saat kau lisankan janji Cinta,
Dalam untaian Ikrar cinta,
bersatu dalam Satu Hati Satu Jiwa,
Satu Rasa Satu Karsa, Satu Asa
Dan Satu Cinta.
Teruntuk Calon Suamiku
Sumber : alh.cybermq.com
Untuk Calon Suamiku…..
Bila Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .
Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkaruniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)
Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.
Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai calon suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Calon Suamiku… Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.
Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.
Ya Allah, Engkau-lah saksi ikatan hati ini… Engkau-lah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini, jadikanlah cinta ku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu, hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu, jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku, jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu. Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu, ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal ‘alamin.